Berita  

Panen Raya Jagung di Lombok Barat: NTB Perkuat Ketahanan Pangan 2026

Sinergi Polri dan Pemprov NTB: Sukseskan Panen Jagung Kuartal I 2026

Lombok Barat, NTB – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional.

Pada Kamis (8/1/2026), langkah nyata dalam mendukung swasembada pangan diwujudkan melalui pelaksanaan Panen Raya Jagung Kuartal I tahun 2026.

Kegiatan yang berpusat di Dusun Batu Samban, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian daerah.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 10.00 WITA tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri, S.E., S.I.P., Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., serta jajaran Forkopimda lainnya.

Kehadiran para tokoh penting ini menandakan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, menjadi prioritas strategis dalam pembangunan ekonomi dan stabilitas pangan di awal tahun 2026.

Komitmen Polda NTB dalam Penguatan Ketahanan Pangan

Dalam laporan yang disampaikan oleh Karo SDM Polda NTB selaku Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan wilayah. Memaparkan data yang cukup signifikan mengenai progres pertanian jagung di bumi Gora.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan jagung di Provinsi NTB pada tahun 2025 tercatat seluas 175.327 hektar dengan total produksi mencapai 1.196.952 ton.

Memasuki awal tahun 2026, konsistensi Polri dalam mendampingi kelompok tani binaan terus membuahkan hasil.

Tercatat, luas lahan yang sedang ditanami jagung di seluruh wilayah NTB mencapai kurang lebih 23.697,75 hektar dengan estimasi hasil panen sebesar 118.488,74 ton.

Khusus untuk panen raya serentak yang dilaksanakan di Desa Lembar Selatan kali ini, luas lahan yang dipanen mencapai 9,74 hektar dengan estimasi hasil mencapai 48,6 ton.

Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari direktif pimpinan Polri untuk mendukung penuh program pemerintah pusat.

“Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membangun ekosistem petani jagung yang solid. Kegiatan ini mendukung program ketahanan pangan nasional, dan kami sangat mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam menyukseskan program ini,” ujar Irjen Pol. Edy Murbowo.

Menjaga Lahan Produktif dan Kesejahteraan Petani

Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri, memberikan catatan penting mengenai tantangan pertanian di masa depan.

Ia menyoroti laju pertumbuhan penduduk dan perluasan pemukiman yang berpotensi menggerus lahan produktif. Pihaknya berharap melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah disetujui pemerintah pusat, Lombok Barat dapat membatasi alih fungsi lahan agar tidak mengurangi area pertanian yang ada.

Selain masalah lahan, Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya hilirisasi dan pengelolaan pasca panen agar harga di tingkat petani tetap stabil saat terjadi puncak panen raya.

“Kita harus sadari bersama, tantangan ke depan adalah ke mana hasil panen ini akan dibawa saat mencapai puncaknya. Kita perlu menyediakan fasilitas pengolahan pasca panen dan memfasilitasi pengusaha peternak untuk menyerap langsung hasil dari kelompok tani. Kami berharap Bulog terus memfasilitasi agar petani tidak kesulitan menjual hasil panennya, sehingga kesejahteraan mereka benar-benar meningkat,” tegas Indah Damayanti Putri.

Wagub juga mengingatkan para pendamping petani untuk terus mengedukasi penggunaan pupuk yang bijak.

Penggunaan pupuk yang tidak berlebihan sangat krusial untuk menjaga kesuburan tanah agar tetap produktif bagi generasi mendatang.

Pendampingan Bhabinkamtibmas dan Sinergi Berkelanjutan

Keberhasilan panen di Kuartal I ini tidak lepas dari peran aktif Bhabinkamtibmas yang melaksanakan pendampingan langsung kepada 20 kelompok tani binaan Polri.

Kelompok tani ini menjadi mitra strategis dalam memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai rencana, mulai dari penanaman hingga masa panen.

Sebagai langkah keberlanjutan, Polda NTB berencana menggelar koordinasi dan evaluasi ketahanan pangan pada minggu depan. Akan melibatkan seluruh unsur terkait guna mengoptimalkan produksi jagung di sepanjang tahun 2026.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sosial kepada Kelompok Tani Gunungsari, prosesi panen jagung secara simbolis oleh para tamu undangan. Serta sesi Zoom Meeting bersama Mabes Polri untuk melaporkan hasil panen raya jagung serentak secara nasional.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat tani, NTB optimis dapat terus berkontribusi sebagai lumbung jagung nasional yang memiliki daya saing tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *