Berita  

Car Free Night Gerung Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal

Ribuan Warga Padati Car Free Night di Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali menghadirkan suasana malam yang berbeda melalui penyelenggaraan Car Free Night (CFN). Kegiatan yang berpusat di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Penas Gerung, tepatnya di depan Taman Kota Giri Menang, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung ini, sukses menarik perhatian ribuan masyarakat pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Sejak pukul 20.00 WITA, kawasan yang biasanya dipadati kendaraan bermotor tersebut berubah menjadi ruang publik yang inklusif, menghidupkan kreativitas seniman lokal sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui kehadiran pelaku UMKM.

Sinergi Hiburan Rakyat dan Pelestarian Budaya

Penyelenggaraan Car Free Night kali ini tidak hanya sekadar penutupan jalan bagi kendaraan, melainkan sebuah panggung besar bagi para penggiat seni di Lombok Barat. Berbagai pertunjukan musik jalanan hingga pentas seni budaya daerah menjadi daya tarik utama bagi warga yang datang untuk berekreasi. Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan wadah bagi generasi muda dan seniman lokal untuk menyalurkan bakat mereka secara langsung di hadapan publik.

Gemuruh musik dan tarian tradisional menciptakan atmosfer yang hangat, menjadikan kawasan Penas Gerung sebagai pusat hiburan malam yang positif. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi masyarakat untuk melepas penat di akhir pekan sembari menikmati kekayaan budaya lokal yang tetap dijaga kelestariannya.

Pemberdayaan UMKM sebagai Pilar Ekonomi Lokal

Selain aspek hiburan, nilai strategis dari Car Free Night ini terletak pada keterlibatan aktif para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di sepanjang lokasi kegiatan, berjejer rapi lapak-lapak pedagang yang menawarkan beragam produk unggulan. Mulai dari kuliner khas daerah, minuman kekinian, hingga hasil kerajinan tangan yang menarik perhatian pengunjung.

Langkah ini diapresiasi banyak pihak karena mampu menciptakan perputaran ekonomi yang nyata di tengah masyarakat. Dengan adanya akses langsung ke konsumen dalam jumlah besar, para pengusaha kecil terbantu dalam memasarkan produk mereka dan meningkatkan omzet penjualan. Integrasi antara rekreasi dan perdagangan ini menjadi model efektif dalam mendukung pergerakan ekonomi lokal di wilayah Gerung dan sekitarnya.

Keamanan Menjadi Prioritas Utama Polsek Gerung

Kesuksesan acara sebesar ini tentu tidak lepas dari aspek keamanan dan ketertiban. Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif, Kepolisian Sektor (Polsek) Gerung melakukan pengamanan ketat di berbagai titik akses masuk dan pusat keramaian. Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Gerung dengan pengawasan pengendalian (wasdal) yang komprehensif.

Kapolsek Gerung, Polres Lombok Barat, Polda NTB, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, yang memantau langsung jalannya kegiatan, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel untuk menjamin kenyamanan pengunjung dan para pelaku usaha.

“Kami dari Polsek Gerung hadir di tengah masyarakat untuk melakukan pengamanan maksimal terhadap kegiatan Car Free Night ini. Fokus utama kami adalah memastikan arus lalu lintas di sekitar area yang ditutup tetap terkendali, serta menjaga keamanan masyarakat yang menikmati hiburan maupun yang sedang melakukan transaksi ekonomi di lapak UMKM,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran di lokasi kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada seluruh elemen yang terlibat. “Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau sangat kondusif. Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan koordinasi antara petugas keamanan serta penyelenggara berjalan sangat baik,” imbuhnya.

Penutupan Kegiatan yang Tertib dan Kondusif

Tepat pada pukul 22.30 WITA, seluruh rangkaian acara Car Free Night berakhir. Masyarakat mulai membubarkan diri dengan tertib, dan para pelaku UMKM mengemasi barang dagangan mereka dengan pengawalan dari petugas kepolisian dan instansi terkait. Kegiatan yang berlangsung sekitar dua setengah jam ini dilaporkan berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya kendala berarti.

Keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa ruang publik yang dikelola dengan baik dapat memberikan dampak ganda: sebagai sarana hiburan yang edukatif bagi warga, sekaligus sebagai instrumen penguatan ekonomi berbasis komunitas. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat terus mengagendakan kegiatan serupa secara rutin guna menjaga geliat sektor kreatif dan ekonomi di Bumi Patut Patuh Patju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *